KESAKSIAN MURTADIN CHECNA
KESASAKSIAN SEORANG MURTADIN
Tak yang yang dapat memberikan petunjuk kejalan allah,selain hidayah dan rahmadnya…..dan tak ada yang menyesatkan selain karena mengambil hawa nafsu dan syaiton sebagai sebagai …..ya allah selamatkan hambamu dari kejahatan hawa nafsuku..kebejadtan ahklak ku.
( KESAKSIAN MURTADIN CHECNA )
Aku telah menayangkan kesaksianku ini di website lain, tapi karena aku tahu begitu banyak murtadin di sini, maka aku pun mencantumkan kesaksianku di sini pula …
Aku telah membaca forum ini selama berbulan-bulan dengan rasa kagum. Pertama, aku dulu benci forum ini karena menyebabkan aku memikirkan hal yang tak ingin kupikirkan. Aku dulu benci orang² di sini karena sebagian besar dari kalian membuat aku mempertanyakan hal² yang sebelum tidak pernah kupertanyakan. Tapi sebenarnya keraguanku akan Islam mungkin telah dimulai lebih awal …
Aku berasal dari etnis Chechna, lahir di rumah sakit Grozny di masa damai. Aku hidup sebagai anak normal sampai tahun 1994 di sore hari ketika perang Chechna pertama terjadi. Aku masih ingat bom² meledak, melihat hal yang umumnya tidak pernah dilihat kebanyakan orang, dan kuharap tiada seorang anak pun lagi yang harus mengalami hal ini. Perang itu berlangsung selama 2 tahun, tapi bagi penduduk sipil rasanya seperti tak kunjung berakhir. Setelah itu hidup jadi normal kembali, tapi aku dan banyak lainnya tetap dihantui ingatan² buruk perang. Perang Chechna kedua terjadi di tahun 1999 dan sampai sekarang perang tidak pernah resmi berhenti.
Aku mulai mempertanyakan banyak hal. Qur’an dan Alkitab menyatakan Tuhan mencintai kita, tapi mengapa Dia membiarkan kita mati. Dia memberi ijin bagi Muslim untuk melakukan berbagai hal yang mengerikan. Orang² Saudi datang untuk “menolong kami” dengan cara memancungi para wanita dan pria, merajami mereka sampai mati, menggantung orang² di alun² agar ditonton orang banyak. Aku bertanya pada orangtuaku: mengapa mereka melakukan hal ini? Satu²nya jawaban mereka adalah: Ini kehendak Allâh, sudah, tidak usah banyak tanya lagi …
Sewaktu usia 11 tahun, aku lalu jadi Mujahidin, seperti banyak anak laki lainnya, untuk berperang bagi Allâh dan umat Muslim dengan berani. Aku berperang tanpa banyak tahu apakah Allâh itu benar² ada atau benar² peduli akan kita. Allâh sudah jelas tidak membantu, karena orang² ternyata pada mati kelaparan sedangkan para pemimpin hidup enak. Kami hidup di hutan belantara dan banyak yang mengorbankan nyawa agar kami bisa hidup. Aku mengubur mayat² mereka sambil berdoa, tapi mempertanyakan ke mana sebenarnya jiwa mereka pergi. Ke neraka atau hilang begitu saja setelah mati? Ataukah kematian itu lebih baik daripada kehidupan?
Di usia 16 tahun, aku pergi ke AS. Aku telah bertahun-tahun tinggal di AS sekarang. Aku menikah dengan wanita Palestina dan kami pun punya anak². Aku hidup sebagai Muslim normal, tapi penuh kemunafikan. Aku mengatakan percaya pada Allâh dan Muhammad adalah RasulNya tapi aku sendiri tidak yakin apakah hal itu benar. Aku pergi mengunjungi Jalur Barat Palestina dengan istriku untuk menengok keluarganya dan di saat itulah aku jadi seorang atheis. Untuk pertamakalinya aku melihat pengaruh buruk agama terhadap masyarakat. Orang² Yahudi menempatkan masyarakat Palestina di tempat yang buruk karena mereka percaya mereka punya hak illahi, sedangkan para Muslim membunuhi orang² Yahudi dengan alasan yang persis sama.
Aku browsing banyak website untuk mencari kebenaran dan pengetahuan. Aku menemukan website FFI yang dulu aku benci tapi tetap aku kunjungi sampai aku bisa melepaskan rasa takut ancaman neraka dan menjadi orang yang sebenarnya kuinginkan. Istrika tidak tahu aku sudah murtad karena dia bisa² menceraikan aku. Aku hanya ingin bertemu dengan para murtadin lain untuk berbagi pengalaman. Jika kalian bersedia membaca kesaksianku, maka aku sangat berterima kasih. Sekarang aku harus pergi dan bersembunyi dari para Muslim lainnya. Mereka bisa membunuhku jika tahu aku murtad.
